wegrow
post-imageWegrow Admin
Tanaman Hias

Followed
Cilantro yang Kaya Lutein

Cilantro di Indonesia dikenal juga dengan nama Daun Ketumbar. Bentuknya mirip dengan seledri maupun peterseli, namun sesungguhnya sangat berbeda. Baik cilantro maupun ketumbar (coriander) memiliki nama ilmiah Coriandrum Sativum.

Cilantro yang dipetik saat masih muda, mengeluarkan aroma khas dan dapat menetralisir bau amis jika dimasak bersama seafood atau boga bahari. Cilantro dikenal menjadi salah satu bumbu utama pada sup khas Thailand, TomYam.

Berbeda dengan ketumbar yang justru menjadi salah satu bumbu khas masakan Indonesia, cilantro termasuk jarang digunakan pada masakan Indonesia.

Cilantro sudah sejak ratusan tahun lalu digunakan untuk berbagai masakan di Tiongkok. Bahkan dipercaya sebagai peningkat gairah seksual (aphrodisiac).

Cilantro dalam bentuk microgreen memberikan efek segar pada makanan, sehingga enak dijadikan topping maupun bahan masakan.

Dibandingkan dengan microgreen lain, microgreen cilantro memiliki level menengah ke sulit saat menumbuhkannya. Dibandingkan dengan microgreen jenis tumbuhan lain, microgreen cilantro membutuhkan waktu lebih lama untuk bertumbuh.

Bibit-bibit microgreen yang menjadi produk utama WeGrow (seperti caisim, bawang daun, lobak merah, kubis merah, dan bunga matahari) rata-rata memiliki waktu panen 10-14 hari, sementara microgreen cilantro memerlukan waktu setidaknya 20 hari untuk panen. Kelebihannya, cilantro tetap dapat dipanen meski sudah melewati waktu panennya.

Sama halnya dengan microgreen lainnya, microgreen cilantro juga mengandung vitamin K, vitamin C, vitamin E, lutein dan beta-karoten. Di antara semuanya, microgreen cilantro paling kaya akan lutein dan beta-karoten.

Apakah lutein itu? Lutein adalah salah satu jenis vitamin yang disebut karotenoid, yaitu pigmen organik yang terdapat pada makanan, seperti bayam, brokoli, cilantro, dan lainnya. Senyawa ini dapat diserap tubuh dengan baik jika dikonsumsi dengan makanan tinggi lemak.

Lutein berperan sebagai pigmen warna pada mata manusia yang berfungsi sebagai penyaring cahaya dan melindungi jaringan mata dari kerusakan akibat sinar matahari.

Cilantro bermanfaat untuk mengurangi peradangan, mencegah gangguan mata, pembekuan darah, osteoporosis, anemia, dan alzheimer, mengurangi nyeri saat menstruasi dan bau badan, mengatasi masalah pencernaan, menyembuhkan infeksi saluran kemih, menenangkan saraf, menurunkan kadar gula pada darah, sebagai detoksifikasi, juga sebagai diuretik alami yang bermanfaat mengeluarkan urine atau air seni lebih banyak yang dapat mencegah batu ginjal.

Saat ini, pengembangan paket kit microgreen cilantro masih dalam riset tim WeGrow sebelum dipasarkan menambah varian bibit microgreen yang sudah ada. Tunggu saja ;)

0  View all comments
1
2346
post-imageWegrow Admin
Tanaman Hias

Followed
Tanaman Organik

Jumlah penduduk di dunia makin bertambah setiap harinya, seiring dengan meningkatnya permintaan kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makanan. Dalam memenuhi kebutuhan pangan manusia, kita tidak dapat lepas dari industri agrikultur. Industri agrikultur sudah mulai digalakkan pada abad ke-18, yang sayangnya dalam memenuhi peningkatan produksi pangan, para pelaku bisnis agrikultur cenderung mengabaikan lingkungan.

Sistem pertanian yang digunakan industri agrikultur adalah sistem monokultur. Sistem monokultur adalah menanam satu jenis tanaman dalam satu wilayah. Selain itu, digunakan juga bahan kimia sintetis untuk membasmi hama, misalnya pestisida. Hasil sistem monokultur relatif cepat, namun sistem ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas akibat menurunnya kualitas lingkungan. Selain itu, penggunaan senyawa kimia sintetis cenderung berdampak buruk pada kesehatan manusia.

Alternatif lain dari pengadaan bahan pangan adalah melalui pertanian organik. Pertanian organik adalah sistem budidaya yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Pertanian tradisional dalam berbagai bentuk yang telah dilakukan sejak ribuan tahun di seluruh dunia, merupakan pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia sintetis.

Para pakar biologi tanah mulai mengembangkan teori mengenai bagaimana ilmu biologi dapat digunakan pada pertanian untuk menanggulangi dampak negatif bahan kimia pertanian tanpa mengurangi hasil produksi pertanian. Biodinamika biologi berkembang pada tahun 1920-an dan menjadi versi awal pertanian organik yang dikenal sekarang.

Pertanian organik membutuhkan waktu yang relatif lebih lama bila dibandingkan dengan sistem pertanian saat revolusi industri. Namun produk yang dihasilkan lebih stabil atau berkelanjutan. Selain itu, pertanian organik juga merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan menjaga lingkungan. Sebagian masyarakat sudah mulai beralih mengonsumsi makanan dengan label organik. Karena makanan yang bebas senyawa kimia sintetis dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan tubuh.

0  View all comments
4
2355
post-imageWegrow Admin
Tanaman Hias

Followed
Sebutir Benih vs Gawai

Berapa lamakah waktu yang Anda perlukan untuk menggunakan ponsel pintar dalam satu hari? Apakah anak-anak Anda lebih memilih bermain gawai ketimbang berbicara dengan Anda? Apakah anak-anak Anda lebih sering merengek untuk meminjam ponsel pintar Anda demi menonton film kesukaannya melalui daring?

Kenyataan ini tak dapat dipungkiri, ketika masyarakat di zaman milenial sudah kecanduan dengan gawai, internet, serta aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya.

Tidak sedikit pakar yang membahas mengenai dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan, terutama pada usia anak-anak. Disinyalir dari Daily Mail, satu dari tiga anak di Amerika Serikat telah piawai menggunakan gawai bahkan sebelum dapat berbicara.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Michael Conen Group, dinyatakan bahwa 60% anak di bawah 12 tahun sering bermain gawai dan 38% lainnya lebih sering.

Mengikuti perkembangan teknologi memang dibutuhkan di masa ini. Namun akan menimbulkan dampak negatif apabila menggunakan sesuatu secara berlebihan. Asosiasi guru di Inggris melaporkan terjadinya peningkatan jumlah balita yang mengalami kekurangan kemampuan motoriknya pada tahun 2014. Selain itu, dilaporkan banyak terjadi kasus obesitas yang diakibatkan kurangnya aktivitas fisik.

Selain permasalahan pada fisik, penggunaan gawai secara berlebihan dapat meningkatkan permasalahan psikis/mental seperti kecanduan dan depresi.

Salah satu cara untuk mencegah penggunaan gawai berlebihan adalah dengan melakukan kegiatan lain yang menarik, seperti berkebun. Menurut Fernando dan Potock (2016), berkebun atau bercocoktanam dapat memberi dampak positif bagi fisik dan kejiwaan manusia. Berkebun dapat menyehatkan tubuh karena membuat tubuh kita melakukan aktivitas tubuh dan mendapat pancaran sinar matahari. Selain itu, melakukan kegiatan bercocoktanam dapat melatih kemampuan motorik dan menguatkan imunitas anak-anak. Berkebun atau bercocoktanam merupakan kegiatan yang baik untuk dilakukandalam mengisi waktu luang bagi perorangan, atau kelompok seperti keluarga, sahabat, bahkan juga suatu komunitas masyarakat. Berkebun yang dilakukan secara bersama-sama dapat meningkatkan interaksi antar keluarga. Menanam dan mendapatkan hasilnya membutuhkan proses yang harus disertai ketekunan serta keyakinan. Kegiatan ini juga dapat melatih anak dalam belajar bertanggungjawab serta membangun kepercayaan dirinya.

Selain membangun karakter, melakukan kegiatan berkebun dapat menjadi alat peraga belajar. Proses menanam sendiri merupakan hal yang unik dan selalu membuat kita bertanya-tanya. Bagaimana sebutir benih yang ditanam dalam tanah dan disiram dengan air dapat berkecambah dan tumbuh menjadi sayur, pohon dan semacamnya. Anak-anak cenderung punya rasa ingin tahu yang besar, dengan merawat dan mengamati pertumbuhan tanaman, akan memancing rasa ingin tahu dari dalam diri mereka. Di sinilah peran orang dewasa untuk mengarahkan dan mendampingi anak-anak dalam menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul.

Berkebun tidak harus dilakukan pada lahan yang luas, kita bisa menggunakan pot-pot kecil, botol plastik bekas atau semacamnya. Media tumbuh dan biji tanaman sekarang mudah didapatkan di supermarket dengan harga yang relatif terjangkau, selain itu sudah ada beberapa perusahaan yang menjual paket berkebun yang mudah untuk dilakukan di rumah. Mengubah kebiasaan mungkin bukan hal yang mudah dilakukan bagi Anda atau anak yang sudah terbiasa menikmati gawai. Namun jika tidak dimulai dari diri Anda, maka siapa yang akan memulainya?

Sumber:
Freemake Blog. 2019. Kids & Gadgets: Development or Disaster? https://www.freemake.com/blog/kids-and-gadgets/ (diakses pada 18 Januari 2019)

Chirco, Alyssa. 2012. Starting a Family Garden : Tips for Beginners. http://parentingsquad.com/how-does-your-garden-grow-tips-for-starting-a-family-garden (diakses pada 18 Januari 2019)

Bernama. 2014. Children becoming sedentary due to gadgets. http://www.themalaysiantimes.com.my/children-becoming-sedentary-due-to-gadgets/ (diakses pada 18 Januari 2019)

Fernando, Nemali dan Melanie Potock. 2016. Gardening with Kids: How It Affects Your Child’s Brain, Body and Soul. http://www.pbs.org/parents/expert-tips-advice/2016/03/gardening-kids-affects-childs-brain-body-soul/ (diakses pada 18 Januari 2019)
1  View all comments
3
2357